Posted on

Rekanan Pengadaan Alat & Bahan Batik untuk IKM DIY dan Sekolah

Project Disperindagkop DIY

Selama bulan November dan Desember di akhir tahun 2018 ini tim Astoetik tengah memproduksi berbagai peralatan batik yang nantinya akan diserahkan ke IKM Batik DIY yang merupakan program dari Disperindagkop DIY. Produk yang dibuat yaitu: kompor batik listrik A-SD003 New, meja desain yang bisa diatur kemiringan area kerjanya, meja cap, bak celup pewarnaan bahan stainless steel, loyang cap aluminium + angsang set, canting dan beberapa produk pendukung lainnya seperti kompor gas tekanan tinggi + tabung, dll.

Pengecekan barang dilakukan sesuai spesifikasi oleh Disperindag DIY sebelum dikirim & diserahkan ke IKM Batik DIY. Pengecekan produk di sekitar workshop Astoetik yang beralamat di Jeblog, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul dan langsung ditemui oleh Founder & CEO Astoetik yaitu Nova Suparmanto didampingi VP Marketing Adi Prabowo. Alhamdulillah pengecekan berjalan lancar dan sesuai dengan spesifikasi karena sebelumnya juga telah dilakukan Quality Control (QC) internal oleh tim Astoetik.

Penyerahan peralatan produksi batik dilakukan di bulan Desember 2018 ke 5 lokasi IKM penerima dengan tambahan bonus kalender Astoetik 2019. Semoga Astoetik bisa terus berkarya dan berkontribusi untuk duni batik di Indonesia. Salam Batik!

Project SMAN 1 Depok, Sleman

Setelah sebelumnya PMCT menjadi rekanan bagi SMAN 1 Srandakan Bantul dan Dinas Pendidikan Kab. Tasikmalaya, berikutnya PMCT juga menjadi rekanan untuk pengadaan alat dan bahan batik untuk Program Seni & Budaya di SMAN 1 Depok, Sleman. Seluruh alat dan bahan batik percontohan yang digunakan disediakan oleh PT. PMCT seperti kompor batik listrik, canting, gawangan, panci pelorodan, sarung tangan, bak pewarnaan & pembilasan, kompor pelorodan, dan lainnya.

Serta bahan batik seperti malam, pewarnaan, kain, dan lainnya. Penyerahan seluruh barang oleh Adi Prabowo (VP Marketing Astoetik) yang diterima oleh Ibu Widji selaku guru pengampu seni budaya di sekolah tersebut disaksikan oleh guru yang lain. Semoga kegiatan ini terus bisa dilestarikan untuk menjaga batik sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui dunia. Salam budaya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *